salahkah aku bila masih menyayangi dan mengagumimu walau kau bukan sebagai kekasihku lagi...
entah mengapa aku masih tetap berjuang dengan cinta ini
padahal cinta yang aku perjuangkan ini tidak ada hasil sama sekali sampe sejauh ini
sudah jelas pula aku telah diabaikan ,tak diingat lagi, bahkan sms dariku pun tak ada balasan sama sekali
tapi hati ini masih ingin memperjuangkan cintamu
lelah ketika beberapa bulan ini kamu acuhkan aku bila bertemu denganku
untuk ajak ngobrol denganmu pun udah sulit aku dapatkan. tersirat dalam benakku kalau aku ini seperti hina dimatamu, yang seakan akan kamu malu atau jijik bila aku akrab dengamu lagi.
disaat aku mulai mencoba dan berusaha lagi untuk menaklukan hatimu alhasil sia sia, tak ada respon baik
harus dengan cara apalagi agar aku bisa berhubungan baik denganmu walau hanya sebagai mantan.
filosofi berkata terkadang sahabat bisa menjadi pacar, tapi setelah putus dan menjadi mantan kemudian menjadi sahabat itu hal yang masih mustahil ,mungkin hanya sekitar 30% hal itu bisa terjadi.
kata maaf yang selalu ku lontarkan tiap harinya untukmu itupun tak ada hasil sama sekali. perhatian yang aku berikan untukmu malah menganggapku cerewet. sepertinya apa yang aku lakuin buatmu itu salah, gaada hasil gaada respon ,bahkan harapan yang aku duga akan terjadi malah tidak terjadi.
segala cara jitu ,rumus rumus apapun yang aku coba untuk taklukan hatimu lagi hasilnya 0 dan itu ga ada pengaruh naiknya presentase sama sekali, 1%pun tak dapat aku raih.
apakah aku benar benar tak bisa lagi berhubungan baik denganmu? sebesar apakah salahku ini kepadamu sampai sampai 4bulan ini kamu masih menganggapku tak ada dan ga pernah sedikitnya melihat pengorbananku selama ini...
segala usahaku untuk mencoba melupakanmu pun juga sulit untuk ku lakukan. dari mencoba move on, mencoba melupakanmu, mencoba tak memikirkan sedikit pun tentang mu ,mengalihkan duniamu dengan teman temanku itupun ga mempan.aku masih aja dihantui dengan namamu dan kenangan kenangan yang terlalu indah untuk ku lupakan.
apakah sesakit ini mencintaimu, sesakit inikah orang orang yang masih berusaha memperjuangkan cintanya untuk orang orang yang disayanginya? yang padahal jelas jelas perjuangan tersebut gaada hasil baik malah perlahan lahan menyiksa batin dan pikiran. membuat penyakit sakit hati seakan akan seperti kanker yang menggerogoti seluruh organ organku..
sampai kapankah kamu menganggapku tak ada, sampai kapankah kamu acuhkan aku seperti ini. halllo habis ini kita juga ga akan bersama lagi, maksudnya ga bertemu lagi, kita nanti akan berbeda sekolah, pasti kita akan jauh dan lebih sulit untuk bertemu, apakah kamu gamau berbaikan denganku, menghabiskan beberapa bulan yang akan habis setelah ujian nasional. buat apa kamu memendam benci denganku sampe selama ini? aku juga manusia yang masih punya perasaan. tujuh belas bulan dan sekitar lima bulan kita sudah lama berkenal baik, tengkar adu cekcok sudah pernah kita jalani bersama dan kita lewati itu, dulu kia bisa mempertahankan disetiap permasalahn kita, apakah sekarang ini kamu benar benar telah membenciku? apakah tak ada luang hatimu untuk terimaku lagi?
harus bagaimana kah aku ini untuk bisa berhubungan baik lagi denganmu, dengan cara bagaiamana lagi kalau aku ini benar benar sangat sayang dan peduli denganmu? apa kamu uda ga punya perasaan lagi dengan orang yang dulu pernah kamu perjuangin dengan setangkai kamboja berwarna merah muda? lihat aku disini, kau lukai hati dan perasaan ini tapi entah mengapa aku bisa memberikan maaf padamu.. apakah kamu sudah punya pengganti ku, orang baru yang sudah membuatmu menjadi nyaman dan bisa melupakanku? tapi apa kamu se tega itu 'mungkin' ,lantas bagaimana dengan janji janji yang pernah kamu berikan kepadaku? apakah itu hanya kalimat kosong yang tak berarti apa apa, atau hanya kiasan semata yang tidak akan pernah terjadi. memutuskan tali silahturahmi lebih dari tiga hari sudah dosa, bagaimana empat bulan ini..
keluarga kita juga sudah saling kenal dengan satu sama lain. itu semakin sulit untuk bisa aku melupakanmu. goresan ini masih sangat membekas bila diingat.
keluarga kita juga sudah saling kenal dengan satu sama lain. itu semakin sulit untuk bisa aku melupakanmu. goresan ini masih sangat membekas bila diingat.
aku tak tahu harus menggunakan senjata apa agar kamu bisa berbaik hati lagi denganku. tapi asal kamu tau sampai saat ini aku masih perjuangin cinta ini untukmu tulus ,aku ga pandang dirimu dari sudut harta ataupun fisikmu, melainkan hati dan kuatnya agamamu tentang dunia akhirat. sekali lagi aku sangat rindu denganmu. tapi semua itu tak ada efek apapun, toh mungkin kamu masih mengabaikan dan tidak merespon apapun untukku yang bisa membuatku bahagia (lagi).
"putus cinta itu ga sakit, yang sakit itu uda putus tapi masih cinta"
"putus cinta itu ga sakit, yang sakit itu uda putus tapi masih cinta"
sekian (:
