Halaman

Minggu, 13 Oktober 2013

kamu yang masih aku perjuangkan

didalam hati ini masih tersirat namamu, walau ku tau didalam hatimu bukan lagi tentang namaku
salahkah aku bila masih menyayangi dan mengagumimu walau kau bukan sebagai kekasihku lagi...
entah mengapa aku masih tetap berjuang dengan cinta ini 
padahal cinta yang aku perjuangkan ini tidak ada hasil sama sekali sampe sejauh ini
sudah jelas pula aku telah diabaikan ,tak diingat lagi, bahkan sms dariku pun tak ada balasan sama sekali
tapi hati ini masih ingin memperjuangkan cintamu
lelah ketika beberapa bulan ini kamu acuhkan aku bila bertemu denganku
untuk ajak ngobrol denganmu pun udah sulit aku dapatkan. tersirat dalam benakku kalau aku ini seperti hina dimatamu, yang seakan akan kamu malu atau jijik bila aku akrab dengamu lagi. 
disaat aku mulai mencoba dan berusaha lagi untuk menaklukan hatimu alhasil sia sia, tak ada respon baik
harus dengan cara apalagi agar aku bisa berhubungan baik denganmu walau hanya sebagai mantan.
filosofi berkata terkadang sahabat bisa menjadi pacar, tapi setelah putus dan menjadi mantan kemudian menjadi sahabat itu hal yang masih mustahil ,mungkin hanya sekitar 30% hal itu bisa terjadi.

kata maaf yang selalu ku lontarkan tiap harinya untukmu itupun tak ada hasil sama sekali. perhatian yang aku berikan untukmu malah menganggapku cerewet. sepertinya apa yang aku lakuin buatmu itu salah, gaada hasil gaada respon ,bahkan harapan yang aku duga akan terjadi malah tidak terjadi. 
segala cara jitu ,rumus rumus apapun yang aku coba untuk taklukan hatimu lagi hasilnya 0 dan itu ga ada pengaruh naiknya presentase sama sekali, 1%pun tak dapat aku raih.
apakah aku benar benar tak bisa lagi berhubungan baik denganmu? sebesar apakah salahku ini kepadamu sampai sampai 4bulan ini kamu masih menganggapku tak ada dan ga pernah sedikitnya melihat pengorbananku selama ini...
segala usahaku untuk mencoba melupakanmu pun juga sulit untuk ku lakukan. dari mencoba move on, mencoba melupakanmu, mencoba tak memikirkan sedikit pun tentang mu ,mengalihkan duniamu dengan teman temanku itupun ga mempan.aku masih aja dihantui dengan namamu dan kenangan kenangan yang terlalu indah untuk ku lupakan. 
apakah sesakit ini mencintaimu, sesakit inikah orang orang yang masih berusaha memperjuangkan cintanya untuk orang orang yang disayanginya? yang padahal jelas jelas perjuangan tersebut gaada hasil baik malah perlahan lahan menyiksa batin dan pikiran. membuat penyakit sakit hati seakan akan seperti kanker yang menggerogoti seluruh organ organku..

sampai kapankah kamu menganggapku tak ada, sampai kapankah kamu acuhkan aku seperti ini. halllo habis ini kita juga ga akan bersama lagi, maksudnya ga bertemu lagi, kita nanti akan berbeda sekolah, pasti kita akan jauh dan lebih sulit untuk bertemu, apakah kamu gamau berbaikan denganku, menghabiskan beberapa bulan yang akan habis setelah ujian nasional. buat apa kamu memendam benci denganku sampe selama ini? aku juga manusia yang masih punya perasaan. tujuh belas bulan dan sekitar lima bulan kita sudah lama berkenal baik, tengkar adu cekcok sudah pernah kita jalani bersama dan kita lewati itu, dulu kia bisa mempertahankan disetiap permasalahn kita, apakah sekarang ini kamu benar benar telah membenciku? apakah tak ada luang hatimu untuk terimaku lagi?
harus bagaimana kah aku ini untuk bisa berhubungan baik lagi denganmu, dengan cara bagaiamana lagi kalau aku ini benar benar sangat sayang dan peduli denganmu? apa kamu uda ga punya perasaan lagi dengan orang yang dulu pernah kamu perjuangin dengan setangkai kamboja berwarna merah muda? lihat aku disini, kau lukai hati dan perasaan ini tapi entah mengapa aku bisa memberikan maaf padamu.. apakah kamu sudah punya pengganti ku, orang baru yang sudah membuatmu menjadi nyaman dan bisa melupakanku? tapi apa kamu se tega itu 'mungkin' ,lantas bagaimana dengan janji janji yang pernah kamu berikan kepadaku? apakah itu hanya kalimat kosong yang tak berarti apa apa, atau hanya kiasan semata yang tidak akan pernah terjadi. memutuskan tali silahturahmi lebih dari tiga hari sudah dosa, bagaimana empat bulan ini..
keluarga kita juga sudah saling kenal dengan satu sama lain. itu semakin sulit untuk bisa aku melupakanmu. goresan ini masih sangat membekas bila diingat. 

aku tak tahu harus menggunakan senjata apa agar kamu bisa berbaik hati lagi denganku. tapi asal kamu tau sampai saat ini aku masih perjuangin cinta ini untukmu tulus ,aku ga pandang dirimu dari sudut harta ataupun fisikmu, melainkan hati dan kuatnya agamamu tentang dunia akhirat. sekali lagi aku sangat rindu denganmu. tapi semua itu tak ada efek apapun, toh mungkin kamu masih mengabaikan dan tidak merespon apapun untukku yang bisa membuatku bahagia (lagi).

"putus cinta itu ga sakit, yang sakit itu uda putus tapi masih cinta"
sekian (:

bernafas tanpamu (:

Mungkin kau bertanya-tanya arti perhatianku terhadapmu
Pasti kau menerka-nerka apa yang tersirat dalam gerakku
Akulah serpihan kisah masa lalumu yang sekedar ingin tahu keadaanmu
Tak pernah aku bermaksud mengusikmu mengganggu setiap ketentraman hidupmu
Hanya tak mudah bagiku lupakanmu dan pergi menjauh
Beri sedikit waktu agar ku terbiasa bernafas tanpamu
(Teruntuk dirimu dengarkanlah)
song by lyla

Sabtu, 05 Oktober 2013

Rintihan angin

kadang aku merasa dunia ini serasa gak adil untukku. haruskah aku iri dengan kehidupan orang lain?
seharusnya tidak. tapi gimana dengan perasaan gundah ini melihat kehidupanku yang ga seindah oranglain
kadang orang lain dekat denganku hanya sesaat, dimanfaatkan, dan ga selamanya selalu dekat denganku
kenapa dunia ini gak melihatku? 
aku pengen seperti orang lain, punya sahabat sejati, ada yang menyayangi tulus bukan hanya sekedar ada maunya aja, dan banyak lagi.
memang ga sepantasnya aku harus berfikiran seperti ini,
kesendirianku yang bikin teringat akan masalah ini
aku ingin keadilan diduniaku
kadang apa yang aku lakuin ke orang lain ga sebanding, bukan meminta imbalan ,tapi mengapa rata-rata hanya sekedar memihak? memihak ga berarti selamanya. 
berbagai cara aku lakuin agar dunia nyaman bersamaku.
membuat orang tersenyum dengan kelakuan atau perkataan kita itu sulit. hanya sekedar membuat akrab pikir pikir bagaimana caranya. aku ramai salah, kalau aku diam dunia pun diam denganku dan tidak mengajakku bercanda ria.

melakukan hal baik ke orang lain tapi mengapa orang lain malah sebaliknya dengan apa yang aku lakuin kemereka?
adilkah ini untukku? sedikit demi sedikit orang yang aku sayangi diambil orang baru, mereka tinggalkan aku dengan sejuta kegundahanku. rasa ingin marah ,ingin caci hidupku, ingin iri dengan semua masalahku tapi aku sadar hal itu tidak akan membantuku justru membuatku seperti setan yang dibenci oleh Allah
ingin nangis, tapi buat apa juga aku menangis kalau semua itu ga akan merubah semuanya..
hanya mensuport diri sendiri tanpa ada orang yang bener bener tulus dengan aku, tulus sebagai teman, sahabat, ataupun lebih... hanya khayalan saja yang ga bisa aku impikan...

seseorang yang bener bener berarti buatku sekarang hanyalah kenangan. bahkan ia menganggapku seperti debu. apakah orang orang yang kenal denganku juga anggap aku hanyalah debu? dimana sesaat datang dan tiba tiiba pergi seiring dengan hembusan angin.

Tuhan, bantu aku, beri aku jiwa yang kuat dalam menghadapi cobaanMu.
andai memang ditakdirkan aku tidak punya teman, tak punya orang yang bisa berarti buat hdiupku atauapun selamanya dunia ini ga adil untukku, tolong berikanlah aku jiwa yang tegar, gantikanlah tiap tetesan air mataku ini sebuah mutiara yang indah dan nantinya akan diberikan untukku kelak. 
Tuhaan aku bahagian denganMu, ingin bahagia seperti mereka :( beri hamba satu orang aja yang bisa membuat hamba tersenyum kembali. hanya satu bila engkau tidak menghendaki hamba lebih dari satu
tangisan doa ini selalu kutitipkan padaMu yaAllah.
aku ingin orang yang dekat denganku ga memandang sebelah mata dariku, yang tulus menyangiku bukan hanya sebagai manfaat atau hanya bahan pendengar saja. 

sakit hati teringat orang lain berjanji membantuku ataupun menemaniku disaat sedih tapi pada akhirnya tidak, yang ada cuma mendengar tanpa memberikan bantuan untukku atau malah tidak empati denganku
dari kecil hingga sekarang ini terasa sendiri untuk menjalani hidup yang sesulit ini
Tuhan aku benci dengan kemunafikan ini, aku benci dengan orang orang yang berpura pura empati denganku, aku benci dengan orang orang yang ga adil denganku, aku benci dengan orang orang yang hanya senang bersamaku tapi disaat aku sedih tak ada seorang pun yang mau menemaniku, aku benci dalam artian lelah yaAllaah....

kembalikan orang yang dulu sayang denganku, aku ingin cerita padanya, ingin menaruh kepala ini ke pundaknya, hanya dia yg bisa menjadi perngaruh besar untukku.
Tuhan, kasih aku kesempatan untuk bahagia sebelum aku tinggalkan dunia ini, semua kuserahkan padamu yaAllah, sadarkanlah mereka, kutitipak keluhku selalu ke padaMu, 
Bismillah Allah akan memblas perbuatanmu :"