Saat
matahari berlalu dan bulan menggantinya
Akupun
berlalu di sudut kota dan diantara gedung2 tua
Bagaikan
angin, aku semakin jauh melangkah
Hampa dan
dingin kurasa tapi aku terus berjalan
Dan inilah
jalan kenangan kita, kenangan antara kamu dan aku
Sering
teringat hembusan angin malam yang pernah kita nikmati bersama
Para
gedung tua dan lampu jalan sebagai saksi kenangan kita
Mungkin
mereka juga menangis saat melihat aku tanpamu
Kini
kenangan hanya tinggal kenangan, cerita tinggalah cerita
kenangan indah
yang tlah kita lalui
Berputar tuk berjalan melalui hari demi hari yang kan kita lalui
waktu dimana kita tak bersama-sama lagi
Berputar tuk berjalan melalui hari demi hari yang kan kita lalui
waktu dimana kita tak bersama-sama lagi
KIni ku hanya
menatap langit malam bersama angin malam.
hanya
rintik hujan temani diamku, tiada lagi hangatmu temani dinginku
ku
merangkul sendu dalamnya hati inginkan engkau hadir kembali
malam
ketika sepi bercampur resah bintang terhadap bulan
aku
berteriak memanggil mu di kejauhan langit, menatap kosong penuh pilu
menggigil
dalam rintik2 hujan
rasanya
baru saja kemarin ku dekap terasa hangat menyentuh pucuk2 kerinduan dan asmara
tersenyum bahagia dalam genggaman cintamu
aku lelah
menatapi kerinduan ini, ingin rasanya menutup semua pilu
ingin
rasanya melewatkan, lelap menanti dalam rajutan harap
namun
semuanya hanya mimpi yang ku simpan dalam penantian ku
betapa tak
mampu ku ucap rindu ini, tak dapat dilukiskan oleh kata2
tak dapat
diukir dalam seribu pahatan sekalipun, tak dapat dilantunkan oleh alunan musik
indah sekalipun
masih ku menantimu di sudut hatiku di tepian waktu di batas
rinduku