Halaman

Senin, 18 November 2013

hanya aku dan kenangan

Saat matahari berlalu dan bulan menggantinya
Akupun berlalu di sudut kota dan diantara gedung2 tua
Bagaikan angin, aku semakin jauh melangkah
Hampa dan dingin kurasa tapi aku terus berjalan
Dan inilah jalan kenangan kita, kenangan antara kamu dan aku
Sering teringat hembusan angin malam yang pernah kita nikmati bersama
Para gedung tua dan lampu jalan sebagai saksi kenangan kita
Mungkin mereka juga menangis saat melihat aku tanpamu
Kini kenangan hanya tinggal kenangan, cerita tinggalah cerita
kenangan indah yang tlah kita lalui
Berputar tuk berjalan melalui hari demi hari yang kan kita lalui
waktu dimana kita tak bersama-sama lagi
KIni ku hanya menatap langit malam bersama angin malam.
hanya rintik hujan temani diamku, tiada lagi hangatmu temani dinginku
ku merangkul sendu dalamnya hati inginkan engkau hadir kembali
malam ketika sepi bercampur resah bintang terhadap bulan
aku berteriak memanggil mu di kejauhan langit, menatap kosong penuh pilu
menggigil dalam rintik2 hujan
rasanya baru saja kemarin ku dekap terasa hangat menyentuh pucuk2 kerinduan dan asmara tersenyum bahagia dalam genggaman cintamu
aku lelah menatapi kerinduan ini, ingin rasanya menutup semua pilu
ingin rasanya melewatkan, lelap menanti dalam rajutan harap
namun semuanya hanya mimpi yang ku simpan dalam penantian ku
betapa tak mampu ku ucap rindu ini, tak dapat dilukiskan oleh kata2
tak dapat diukir dalam seribu pahatan sekalipun, tak dapat dilantunkan oleh alunan musik indah sekalipun
masih ku menantimu di sudut hatiku di tepian waktu di batas rinduku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar