Dengan perasaan yang tak lagi seperti dulu, yang tak bisa lagi merasakan indahnya berada dekapanmu
Teringat bayanganmu yang tersenyum manis dengan kedua bola matamu, aku merasa kamu masih disini, dihati ini, seakan akan bayanganmu hadir tuk temani diriku
Tapi semua itu tak akan lagi sama dengan sekarang, berbeda dengan dulu. Kini ku hanya menunggu kiriman surat merpati darimu yang tak kunjung datang. menunggu bintang yang akan jatuh dan mendekapku dengan hangat.
Kamu tak merasakan apa yang kurasakan. Kamu juga tak memiliki rindu ku simpan selama ini. Aku sengaja menyembunyikan persaan itu agar aku tak lagi mengganggumu. Kali ini aku tak akan menjelaskan tentang kesepian atau bercerita tentang banyak hal yang membuatmu terganggu akan semua ini. Karena aku sudah tau, kamu sangat sulit diajak basi-basi dengan sifat cuekmu yang masih menempel di ragamu, apalagi jika berbicara soal hubungan kita yang dulu yang masih bisa kusebut dengan cinta, aku yakin kamu akan menutup telinga dan membesarkan volume lagu lagu yang bernyanyi tanpa lirik yang tak bisa kau terjemahkan sendiri dan mengacuhkan setiap perkataan yang ku lontarkan kepadamu. terlebih lagi kau hanya mendengarkan satu telinga.
Kadang jarak tak menjadi alasan untuk kita saling berbagi. dalam serba ketidakjelasan, aku dan kamu masih saja menjalani sesuatu yang tak tau harus disebut apa. tapi katamu masih ada rasa nyaman ketika kita kembali berdekatan. terlalu bodohkan jika kusebut malaikat hatiku? keterikatan aku dan kamu tak ada dalam status, tapi jiwa kita nafas kita kerindukan kita miliki denyut dan detak yang sama.
Kini aku sering main dengan sepi, sulit untuk dipungkuri bahwa ku merindukanmu
Berbagai juntaian juntain kata yang kau berikan kepadaku, semua itu membuatku sulit untuk melupakanmu dari ingatan ini. Tatapanmu yang terlihat semakin serius semakin dalam dan kamu berucap pelan pelan bahwa hanya aku lah bintang terindahmu dan kau akan menjagaku hingga waktu memisahkan kita. Iya saat itu aku dan kamu masih menjadi kita. Indah, tapi itu masa lalu, dulu. "dulu" itu memang menyenangkan.
Kamu yang masih aku simpan dihati ini dan kamulah yang masih aku perjuangkan untuk kesetian dengan mimpi mimpiku dan dengan cintaku yang masih buatmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar